Archives

Baru Sebulan Dibuka, Burj Khalifa Ditutup

Senin, 08 Februari 2010

(Vibiznews-Property)-Gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa yang baru sebulan lalu resmi dibuka, kini ditutup untuk umum. Gedung spektakuler kebanggaan Dubai itu ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini mengecewakan ribuan turis yang ingin masuk ke tempat observasi gedung tersebut yang terdapat di lantai 124.

Penyebab penutupan belum jelas. Namun masalah listrik dan "trafik yang tinggi" dianggap sebagai penyebabnya. Belum jelas kapan tempat observasi akan dibuka kembali untuk umum.

Beberapa pekan terakhir, ribuan turis telah mengantre untuk bisa membeli tiket untuk masuk ke tempat observasi Burj Khalifa. Sekarang mereka harus mengantre kembali untuk meminta kembali dana mereka.

Wayne Boyes, turis asal Manchester, Inggris telah membeli tiket untuk hari ini namun saat tiba dia diberitahu kalau deck observasi ditutup.

"Ini sangat mengecewakan. Menara itu salah satu alasan saya datang ke sini," kata pria berumur 40 tahun itu seperti dilansir harian Inggris, Daily Mail, Selasa (9/2/2010).

Dari deck observasi yang terletak di lantai 124 Burj Khalifa, para turis bisa mengamati pemandangan di bawah sekitar gedung pencakar langit fenomenal itu. Untuk orang dewasa dikenakan tiket seharga 17,40 poundsterling.

Gedung tersebut tadinya dikenal sebagai Burj Dubai selama lebih dari separuh dekade pembangunannnya. Namun nama itu mendadak diubah pada malam peresmian untuk menghormati penguasa Abu Dhabi yang telah memberikan dana bantuan 16 miliar poundsterling untuk membantu menalangi utang-utang Dubai.


sumber: vibiznews.com

INTILAND Bangun 60 Unit Hotel

Selasa, 02 Februari 2010

(Vibiznews-Property)-PT Intiland Development Tbk, melalui anak usahanya PT Intiwitz International, akan membangun 60 hotel unit baru dalam lima tahun mendatang dengan nama Witz Hotel berstandar bintang dua plus.

"Dalam setiap tahunnya direncanakan akan membangun 12 hotel. Investasi pembangunan masing-masing hotel tersebut diperkirakan Rp50 miliar," kata Direktur Intiwitz International, Moedjianto S Tjahjono di Jakarta Selasa.

Menurutnya, berdasarkan perhitungan maka dana yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun. Biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan hotel tersebut diperoleh melalui pinjaman bank dan kerja sama dengan pemilik lahan.

Untuk tahap pertama, Whiz Hotel akan dioperasikan di Yogyakarta yang berada di kawasan Jalan Malioboro pada Juni 2011. Di Yogyakarta sendiri, hotel tersebut dibangun di atas lahan sekitar 850 meter persegi dengan 103 kamar.

sumber: vibiznews.com

Sektor Properti Terus Membaik Pasca Krisis Global

(Vibiznews-Property)-Sektor properti diperkirakan akan terus membaik pasca krisis ekonomi global yang dampaknya juga dirasakan di Indonesia meski tidak separah negara-negara lain di dunia.

"Hampir semua sub sektor properti mulai dari perkantoran, ritel, dan hunian mengalami perbaikan pada awal berakhirnya krisis ekonomi dunia 2009," kata Direktur Riset dan Konsultan Procon Savills, Utami Prastiana di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, krisis ekonomi global yang kembali terjadi pada 2008 ternyata juga memukul seluruh sub sektor properti meski pada 2009 sebagian kembali pulih.

Seperti sektor perkantoran yang perkembangannya terkait erat dengan perkembangan investasi langsung mengalami kemunduran pada krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 dan 2008.

Meski kinerja sempat turun pada 2008 tetapi pada 2009 menunjukkan tingkat penyerapan positif serta hanya dua kwartal pasca krisis global pulih dan mencapai tingkat terbaik 2009, jelasnya.

Sektor ritel dalam tiga dekade tumbuh pesat dan hal ini dapat dilihat dari ruang yang dipasarkan mengalami kenaikan. Apabila pada 1980 baru 31 ribu meter persegi, 2009 sudah naik menjadi 4,7 juta meter persegi, jelasnya.

Pasokan bersih juga tidak terlalu terpengaruh akibat krisis ekonomi apabila dekade I rata-rata pasokan 112 ribu meter persegi, dekade III sudah 380 ribu meter persegi.

Perkembangan ritel menyebar lebih luas dalam dekade ketiga dimulai Jakarta Utara dengan pasokan terbesar menyusul di kawasan bisnis Jakarta serta Jakarta Selatan. Sedangkan di sektor hunian bertingkat apartemen krisis ekonomi 1998, tetapi pulih pada pertengahan 2000.

Perkembangan 2000 muncul konsep hunian yang digabung dengan komersial atau "mixed use" serta terjadi pergeseran tidak sekedar hunian tetapi juga investasi, jelasnya.

"Kami melihat konsep baru ditawarkan proyek-proyek seperti Central Park, St. Moritz, Rasuna Epicentrum, dan Kemang Village," ujarnya.

Sedangkan untuk hunian tapak (bukan bersusun) didominasi kawasan skala besar seperti BSD City, Bintaro Jaya, Kota Modern, Alam Sutera seiring pembangunan Tol Jakarta - Tangerang, Jakarta - Cikampek dan Tol Lingkar Luar Jakarta JORRI dan II.

sumber: vibiznews.com

Pemda Tanpa Tata Ruang Tidak Dapat DAK

(vibiznews-Property)-Pemerintah provinsi, kota dan kabupaten yang tidak memiliki Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang dan Perda Zonasi tidak akan mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan.

"Perda Tata Ruang dan Zonasi itu sendiri sebenarnya sangat diperlukan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten untuk menata kotanya. Jadi daerah mana yang tidak memiliki perda itu tidak akan mendapat DAK Perumahan yang akan dialokasi mulai tahun 2011," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa dalam dialog dengan pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Sumut, di Medan, Sabtu.

Ancaman itu dimaksudkan Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemen-pera) sebagai pemicu semangat pemda untuk membuat perda itu yang sebenarnya untuk kepentingan daerah itu sendiri dalam penataan kotanya.

"Pemerintah tidak ingin lagi, kota atau daerah di Indonesia tumbuh semerawut yang bukan hanya tidak indah dipandang mata tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan dan bahaya ancaman bencana alam," katanya.

DAK itu juga akan membantu pengembang dan masyarakat pembeli.

Dia menjelaskan, DAK Perumahan itu direncanakan bernilai Rp6 juta per unit rumah yang akan dibangun pengembang di satu daerah.

DAK Perumahan yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur seperti jalan di kawasan perumahan yang akan dibangun tentunya akan membuat pengembang tidak lagi harus mengeluarkan biaya untuk infrastruktur.

Sebaliknya, pembeli juga bisa mendapatkan harga jual rumah yang lebih rendah karena biaya infrastruktur yang selama ini masuk dalam harga rumah sudah tidak ada lagi.

"Bagi pemda sendiri, DAK itu juga menguntungkan karena biaya pembangunan infrastruktur yang harusnya menjadi beban APBD bisa berkurang," katanya.

Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Sumut, Jafar Syahbuddin Ritonga mengatakan, program yang dipaparkan Menpera Suharso Monoarfa mulai dari akan keluarnya UU Perumahan dan Pemukiman yang menghasilkan perubahan substansi bagi program pembangunan perumahan rakyat di Indonesia hingga akan adanya DAK Perumahan sangat bagus, asal benar-benar pada prakteknya bisa diterapkan di daerah.

"Otonomi daerah yang dampak negatifnya menimbulkan "raja-raja : di daerah dewasa ini membuat pegembang masih pesimis bahwa UU Perumahan dan Pemukiman hasil revisi UU sebelumnya itu bisa lebih membuat bisnis perumahan akan lebih baik sehingga juga memberikan manfaat bagi masyarakat calon pembeli," katanya.

Dia memberi contoh soal peyediaan lahan murah bagi rumah sederhana sehat (RSh) yang juga belum bisa dilakukan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten di Sumut.

Padahal, kata Jafar yang Direktur PT Jasari itu, banyak lahan-lahan terlantar atau eks hak guna usaha (HGU) yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah untuk dijual dengan harga murah atau sesuai dengan harga jual RSh.

Anggota Komisi C DPRD Sumut, Irwansyah Damanik, mengatakan, Sumut dan Medan sudah memiliki Perda Tata Ruang meski belum berjalan semestinya karena memang pengesahannya tergolong baru.

"Mungkin yang harus dikejar lagi adalah Perda Zonasi yang semakin jelas mengatur peruntukan lahan. DAK Perumahan yang dijanjikan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa akan sangat membantu Pemerintah Provinsi Sumut dan daerah yang memiliki keterbatasan dana untuk membangun infrastruktur," kata Irwansyah yang juga Dirut PT Bintang Angkasa Megantara--perusahaan pengembang di Sumut.


sumber: vibiznews.com

Citra Garden City Jual 50 Persen Hunian

Senin, 01 Februari 2010

(vibiznews-Property)-Hunian Mandiri di kawasan Kalideres Jakarta Barat, Citra Garden City telah menjual 50 persen rumah di sektor 6 yang memiliki luas 60 hektar, dari luas total lahan 450 hektar.

"Pengembangan kawasan Citra Garden City diperkirakan akan berlangsung sampai dengan tahun 2012," kata General Manager Citra Garden City, Yusanto Harijanto di Jakarta, Sabtu.

Sebagai tahap awal akan dibangun 17 hektar di bagian depan dan diharapkan selesai 2011, sedangkan tahun selanjutnya (2012) akan dibangun di bagian belakang, jelasnya.

Termasuk dalam kawasan ini akan dibangun hunian bertingkat skala menengah (mid rise) 12 - 14 lantai untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal di kawasan Kalideres Jakarta Barat, jelasnya.

Yusanto yang didampingi Marketing Manager Citra Garden City, Andri Witjaksono mengatakan, dengan beroperasinya seksi W1 Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Kebon Jeruk - Penjaringan akan membuat permintaan hunian di kawasan Dan Mogot dan sekitarnya mengalami kenaikan.

Lebih jauh Andri mengatakan, mengingat harga tanah di kawasan itu sudah mengalami kenaikan maka sasaran ke depan hunian ini akan dipasarkan bagi masyarakat menengah atas dengan harga per unitnya berkisar Rp600 juta sampai Rp2,5 miliar.

Andri mengatakan, sebagaimana layaknya hunian mandiri di kawasan ini juga dilengkapi dengan unit komersial seperti restoran, toko serba ada, dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhan penghuni.

Berbeda dengan hunian, unit komersial yang ditawarkan justru terjangkau dengan harga hanya berkisar Rp500 juta karena diharapkan lokasi bisnis dapat cepat berkembang.

"Kami belajar pengalaman banyak dari unit komersial seperti Ruko yang tidak juga diisi meski sudah laku terjual, harapan kami kalau harga terjangkau dapat segera beroperasi memenuhi kebutuhan penguni," ujarnya.

Salah satu area komersial yang saat ini menjadi Icon Restoran Rasane yang terkenal dengan masakan kepiting asap yang sudah memiliki sejumlah cabang.

John B Indrajaya selaku pemilik restoran yang setiap harinya menghabiskan setengah ton kepiting yang didatangkan dari Lampung dan Papua mengatakan, pihaknya sengaja membuka cabang di lokasi yang pasarnya sudah jelas seperti di Citra Garden City.


sumber: vibiznews.com