Archives

BTN: KPR Sangat Sensitif Bunga Tinggi

Minggu, 14 Maret 2010

(Vibiznews-Property)- Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro mengatakan, permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) sangat sensitif terhadap suku bunga tinggi.

Menurut Iqbal saat acara makan malam dengan wartawan Senin malam, masyarakat saat ini lebih memperhatikan bunga KPR, dimana jika terjadi tren penurunan bunga permintaan akan mengalami peningkatan dan jika naik akan terjadi sebaliknya.

Dia juga mengatakan bahwa bunga yang tinggi sebenarnya juga tidak disenangi bankir, karena bisa meningkatnya kredit macet.

"Suku bunga perbankan yang ideal bagi para nasabah adalah sekitar 11 persen," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya telah melakukan penurunan suku bunga KPR dari 15 persen pada awal 2009 menjadi 10-11 persen saat ini.

"Apabila ada bank yang memasang bunga rendah dari kami memang ada dampaknya, tapi masyarakat memiliki keyakinan bahwa bahwa kredit rumah ya BTN," kata Iqbal.

Dengan penurunan bunga KPR yang dilakukan BTN ini telah mendorong penyaluran kredit pada 2009 mengalami peningkatan 30,06 persen menjadi Rp40,7 triliun dibanding 2008 yang hanya Rp32 triliun.

"Peningkatan ini jauh diatas rata-rata industri yang hanya naik 10,6 persen," jelasnya.

Untuk itu, katanya, BTN menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini 27 persen karena didasari kondisi perekonomian yang membaik akan meningkatkan daya beli masyarakat pada perumahan.

Dia mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah cenderung semakin besar, yakni sekitar 800.000 unit per tahun.

Selain itu, kata Iqbal, BTN juga akan mengembangkan kredit di luar sektor perumahan.

Namun dia menegaskan bahwa kredit di luar sektor perumahan ini akan dibatasi maksimal 25 persen, diantaranya kartu kredit, "personal loan" dan kredit sektor lainnya.

Iqbal beralasan, sektor tersebut dicapai untuk menjaga jika sektor perumahan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
sumber: vibiznews.com

Summarecon Bangun Jalan Layang Senilai Rp 170 Miliar

(Vibiznews-Property)-Pengembang properti, PT Summarecon Agung Tbk bersama Pemda Bekasi membangun jalan Layang Achmad Yani yang akan menghubungkan wilayah Selatan dan utara Kota Bekasi dengan nilai investasi Rp170 miliar dalam upaya mengimbangi arus pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.

Pembangunan jalan layang sepanjang satu kilometer memiliki empat jalur kendaraan serta ketinggian tujuh meter akan melintasi Jalan Sudirman, jalur kereta api dan jalan Pangeran Jayakarta yang diperkirakan akan dapat memacu pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi.

Dirut PT Summarecon Agung Tbk, Johaners Mardjuki mengatakan hal itu kepada pers usai meresmikan pemancangan tiang jalan Ahmad Yani di Bekasi, Rabu.

Peresmian pemancangan tiang itu dilaksakana oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, didampingi Walikota Bekasi H. Mochtar Mohamad disaksikan anggota DPRD Kota Bekasi dan Komisaris serta jajaran Direksi Summarecon.

Johanes Mardjuki mengatakan, kota Bekasi merupakan kota besar di Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dengan letak geografis menempatkan Bekasi dalam posisi dan peran yang sangat strategis.

Karena itu pembangunan jalan layang dinilai sangat tepat agar dapat mengimbangi aktivitas bisnis di kota tersebut yang memang menuntut adanya sarana transportasi yang memadai, katanya.

Menurut dia, partisipasi dan keterlibatan perseroan baik dari pendanaan hingga pembangunan jalan layang tersebut menunjukkan Summarecon turut aktif dalam pembangunan kota Bekasi.

Karena itu, pengembang itu pada tahun ini mengawali dengan akan membangun properti di Bekasi yang disebut Summarecon Bekasi dengan luas 240 ha, ucapnya.

Kota seluas 240 Ha ini akan menjadi sebuah icon kawasan hunian & komersial baru yang prestisius, ujarnya.

Sementara itu H Ahmad Heryawan mengatakan, pembangunan fly over itu merupakan momentum yang sangat tepat untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Karena Pemda Bekasi harus terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam upaya memberikan sarana dan prasarana yang memadai bagi masyarakat Bekasi, katanya.

Menurut dia, untuk dapat terus membangun kota Bekasi, maka telah menganggarkan dana pembangunan jalan kota Bekasi pada 2010 sebesar Rp1 triliun , naik tajam dibanding tahun lalu Rp500 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa Pemda Bekasi sangat serius dalam pembangunan di kawasannya, katanya.

"Kita harus melihat negara lain yang sudah lebih dahulu maju seperti di Malaysia, pembangunan jalan sudah mencapai 6000 Km2, sedangkan kita sudah mencananngkan pembangunan jalan sejak 10 tahun lalu, namun masih jauh untuk mencapai pembangunan jalan seperti di negara tersebut," tambahnya.

Sementara itu Walikota Bekasi Mochtar Mohamad mengatakan, Kota Bekasi akan menjadi kota yang penuh dengan kegiatan usaha yang mendorong kota tersebut makin tumbuh.
sumber: vibiznews.com